Uncategorized

Jangan Percaya Mitos Ini, Protein Tidak Akan Gagalkan Diet Anda

PianoQQLounge – Banyak masyarakat yang terkadang termakan dengan mitos yang sudah lama tersebar soal protein. Salah satunya yaitu yang menyebutkan protein bisa menggagalkan program diet Anda. Itu bohong, jangan percaya mitos ini.

Pada kenyataannya, justru protein yang membuat Anda merasa kenyang hingga waktu makan berikutnya. Peneliti juga menyarankan untuk menambahkan protein ke dalam makanan Anda untuk mempermudah menjalani program diet rendah kalori.

Meskipun demikian, mengonsumsi terlalu banyak protein juga bukan berarti akan memperbanyak penurunan berat badan. Berikut ini, 4 mitos lainnya terkait diet protein. Jangan percaya mitos ini.

Mitos 1: daging olahan itu sehat
Jangan Percaya Mitos Ini

Manfaat penurunan berat badan memang bisa juga di miliki protein nabati. Namun lain halnya jika itu daging olahan. Dalam penelitian, beberapa daging olahan diproses secara berlebihan dan orang yang banyak mengonsumsi makanan olahan cenderung memiliki kenaikan berat badan seiring waktu dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi makanan utuh.

Dalam satu studi, yang di terbitkan bulan Juni 2011 di The New England Journal of Medicine, responden yang banyak mengonsumsi makanan olahan seperti keripik kentang, minuman manis dan daging olahan memperoleh kenaikan berat badan rata-rata 3 pound (sekitar 1,5 kg) dalam kurun waktu 4 tahun, lebih banyak daripada responden yang makan lebih sedikit makanan olahan.

Jadi, usahakan untuk makan lebih banyak protein nabati yang merupakan makanan utuh (mislanya kacang-kacangan, lentil, tahu, dan sebagainya) dan pengganti daging yang pemrosesannya tidak panjang.

Mitos 2: Hambar itu baik

Jika hambar yang di maksud adalah mengonsumsi makanan berulang untuk diet, seperti orang obesitas yang berusaha makan makaroni keju setiap hari selama lima hari berturut-turut bisa berhasil dalam menurunkan berat badan. Namun bukan berarti Anda harus mengonsumsi makanan yang tidak berbumbu dan membosankan.

  • Untuk daging yang digoreng, dibakar atau dipanggang

Daging dan ikan yang di olah dengan cara ini bisa menghasilkan rasa yang kaya, dari proses karamelisasi permukaan luar protein saat menyentuh panas. Untuk proses di wajan, Anda bisa memarinasi daging atau menggarami daging yang sudah di keringkan (untuk hasil luar yang renyah) sembari menunggu wajan panas atau minyak (jika pakai) mendidih. Daging siap di balik jika sudah tidak menempel pada wajan.

  • Untuk daging yang direbus

Air rebusan daging bisa menjadi kaldu yang gurih. Ini cocok untuk makanan laut karena berdasarkan national Fisheries Institute. Ikan akan menghasilkan rasa yang lebih lembut daripada jika di panggang atau di bakar.

  • Pertahankan kulit

Sebaiknya biarkan kulit untuk potongan protein seperti dada ayam, paha ayam, salmon, dan fillet ikan berdaging lainnya saat memasaknya. Kulit akan membantu menjebak cairan yang membuat daging menjadi lebih empuk dan enak. Setelah di masak, Anda bisa membuang kulit nya untuk menghemat kalori dan lemak.

Mitos 3: Anda butuh protein shake setiap olahraga
Jangan Percaya Mitos Ini

Faktanya, Anda tidak selalu membutuhkannya. Jika Anda memiliki kudapan yang sehat dan kaya protein dalam beberapa jam setelah berolahraga, Anda tidak memerlukan minuman ini setelah berolahraga.

Menurut sebuah studi Januari 2013 di Journal of International Society of Sports Nutrition , Anda bisa mendapatkan cukup protein untuk pulih dari latihan dengan mengonsumsi makanan ringan yang biasa Anda makan sepanjang hari. Sementara jika menambahkan protein shake justru akan menambahkan kalori yang tidak perlu dan akhirnya berlebihan.

Kecuali ada beberapa keadaan tertentu, seperti misalnya jika Anda berolahraga dalam keadaan puasa, maka Anda akan membutuhkan asupan protein dan karbohidrat setelah berolahraga untuk membantu dalam pembentukan otot.

Mitos 4: Anda masih kekurangan protein

Sebuah survei Nielsen edisi Juli 2018 menemukan sebanyak 55% warga AS membeli makanan berprotein tinggi. Hal tersebut dikarenakan bagi mereka itu sangat penting. Padahal, kebanyakan dari kita sebenarnya sudah mencukupi kebutuhan protein dengan baik.

Jika berdasarkan pedoman diet AS, di sarankan untuk makan 10-35% kalori dari protein (hewani maupun nabati). Sementara dalam ringkasan data diet orang dewasa bulan Januari 2021 dari USDA menemukan bahwa orang dewasa telah mengonsumsi 16% kalori dari protein. Itu artinya mereka sudah mencukupi kebutuhan protein harian.

Anda bisa saja menambahkan asupan protein. Jangan lupa untuk memotong kalori dari makanan lain yang Anda konsumsi hari itu untuk menjaga agar total kalori Anda tetap terkendali.

Jadi protein adalah bagian penting dari upaya penurunan berat badan, tetapi tidak perlu berlebihan. Lebih baik juga jika memenuhi kebutuhan kalori dengan ragam makanan. Contoh buah dan sayur yang kaya nutrisi dan karbohidrat kaya serat. Jadi kami sarankan untuk jangan percaya mitos ini.

Sumber : PianoQQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *